Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Desember 2014

Kau dan Aku

Peluk erat cerita lama kita kawan
Memanggil awan untuk melindungi kita dari panasnya matahari
Mengetuk alam pintu bawah sadar
Membersihkan luka

Peluk erat hangatnya kenangan kawan
Kau di sana, dan aku di sini
Memisah bagaikan minyak dan air
Namun pernah menyatu bagai kesatuan molekul membentuk rintikan hujan

Peluk erat dinginnya malam kawan
Kau akan merasa akan kehilangan sekawan
Yang menghangatkanmu ketika dingin
Dan mendinginkanmu ketika panas

Biarlah,,,
Angin bergerak sesuka hatinya
Air mengalir sesuka hatinya
Api memanas sesuka hatinya
Tanah bergerak sesuka hatinya

Lakukanlah,,,
Peluk hangat cerita lama tentang kau dan aku kawan
Peluk hangat kenganan kau dan aku kawan
Peluk hangat dinginnya malam kawan
dan rasakan betapa hebatnya kau dan aku kawan,,,

Minggu, 02 Juni 2013

n?sw@


Oleh, NisJasmine

n?sw@,, jika kusebut itu, apa kau mendengarnya?
Apa terasa getarannya hingga ujung rasamu?
Apakah gel0mbangnya tersampaikan pada radarmu?
Aku masih belum menemukan ide paling tepat tuk kuceritakan di siang ini, karena pAgi sudah berlalu di menit terakhir hari ke 17 bulan ke 5 ditahun 2013 ini. dAn nonsense.
Adzan masih mendentum mengitari dunia kAmpus yg tak putus.
Jarum jam masih mendenting di arl0ji usang itu.
Membaca cakrawala d'setiap denyut nadinya.
mAsih... Perjalanan ini belum berakhir.

Aku mAsih belum menemukan cAra bagaimana menyatukan puluhan cerita yg telah terkuak pda tautAn ini.
Menapak tilas, nAmpak terhubung, tpi tAk tercairkan.
Imaji demi imaji terkumpul lAksa skenari0 yang siap difilmkan.
Namun masih menjadi diksi yg penuh misteri.
Membiru kaku dlam bungkam.
Seperti puzzle yg tAk pernah terpecahkan.
Menganggun dantara keanggunan,,
d'antAranya...
Aku dAn kehidupanku,,
aku dan impianku,,
aku dAnn harapanku,
aku dan mimpiku,
aku dan senjaku.
Bukan aku jika tanpa kamu.

Rezim impiAn tu bahkan masih tersusun rapi di tempatnya, kan Q tinggalkan tuk kuwujudkan bersAma waktu. Bukan Q jika tidak gila. Bukan cintaku jika ia baik-baik sja. Bukan impianku jika tAk dihancurkan untuk dihadirkAn. Kamulah sAng cakrawala yg mAsih selalu kubaca aksaranya, tanpa mengenal waktu.

Entah diksi Apa yang menggelayuti imajimu kini.
Terjelas. Semua masih sama, meski ketika bAngun,,, tersadarlah bahwa hari ini tidak lAgi sama.
Tidak, sama.
Berlari dAlam kenaifan.
Berharap menemukanmu di antara senja. Mencari, mencari, n terus mencari.
Benar-benar naif.
Ternyata nyata yang tidak ada.
Lalu kututup dengan AKU dan BERTAHAN.

12:11, 17052013_depan ruAng d0sen